Pernahkah anda di saat berjalan lalu berpapasan dengan teman di ujung jalan ? kemudian teman tersebut melambaikan tanganya dengan maksud menyapa. tentu dari kronologi tersebut etika yang baik adalah membalas sapaanya, dengan membalas lambaian tanganya.
Namun melambaikan tangan sebagai maksud membalas sapaan tak selamanya baik, mari kita geser kronologi nya. jika anda sedang berkendara dalam mobil pribadi , atau sedang naik mobil umum, bus misalnya. apa melambaikan tangan tetap menjadi pilihan etika terbaik? tentunya tidak. karena etika seorang yang berada di dalam mobil berbeda dengan etika di luar mobil. terlebih di dalam bus ada tulisan peringatan " DILARANG MENGELUARKAN ANGGOTA BADAN ". jika ada tulisan peringatan seperti itu, justru melambaikan tangan yang sebelumnya sangat baik tuk di lakukan menjadi larangan,karena melanggar etika keselamatan.
Dari kiyasan tersebut tentunya anda paham dan dapat memilah mana seharusnya yang menjadi prioritas saat terjadi benturan etika seperti cerita di atas. sebagai teman yang paham kalau anda sedang berada di dalam mobil,pastinya dia menyadari mengapa anda tak membalas lambaian tanganya. tapi jika teman tak paham, mungkin anda akan di katakan sombong dan sejenisnya. anda pun sendiri tahu, " seandainya saya membalas maka saya melanggar aturan dan keselamatan saya sedang terancam bahaya, tapi jika saya patuh aturan maka beresiko teman saya salah paham mengira sombong". etika keselamatan lah yang seharusnya di utamakan terlebih dahulu, mengenai teman yang salah paham, semoga di lain hari ada waktu untuk menjelaskanya.